Weekend Di Pantai Eps 1 – Pantai Goa Cina Dan Ombaknya

7 comments

Diajak Traveler Nge-Bolang Ke Pantai Goa Cina

 

Hore!! Weekend kali ini tidak aku habiskan dengan kebosanan. Soalnya aku kedatangan tamu dari Kudus. Namanya Adi Latief. Seorang Blogger Traveler. Kebetulan dia ingin pergi ke Pantai Goa Cina yang berlokasi di desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan. Pantai eksotis benama asli Rowo Indah ini memiliki ombak ganas yang berbahaya untuk berenang.

 

Berfoto dgn Background Pulau Karang Goa Cina

 

Sebenarnya kami sudah kenal sejak 2 tahun silam di social media. Aku sering takjub melihat tulisan perjalanan Mas Adi di Blog-nya. Tentang tempat-tempat eksotis di Indonesia yang telah berhasil dikunjunginya. Namun baru kali ini kami bisa bertemu.

 

Minggu, 5 September, dia tiba di terminal Bis Arjosari Malang pada jam 3 subuh. Aku jemput dan setelah istirahat sebentar, kami langsung berangkat jam 5 subuh. Ini agar tidak terlalu siang saat tiba di tempat tujuan. Bahkan kami sempat sarapan di Krebet.

 

 

Perjalanan Yang Jauh, Beraspal Namun Naik Turun

 

Kami berangkat dengan menaiki sepeda motor ku. Aku yang nyetir. Soalnya Mas Adi tidak punya SIM. Kami sama-sama tidak tahu posisi persis Goa Cina. Untungnya banyak sekali tanda penunjuk arah di jalan besar. Setelah masuk kota Turen, kami tinggal menuju ke arah Sendang Biru. Pada akhirnya kami berhasil menemukan penunjuk jalan ke arah Goa Cina. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada Peta Google di bawah ini.

 

 

Sepanjang perjalanan bisa ditempuh dengan mudah karena sudah beraspal. Namun setelah memasuki kecamatan Sumbermanjing Wetan, aku agak grogi. Banyak sekali tanjakan yang curam dan panjang. Bahkan motorku sempat mogok. Diperparah lagi ditumpangi oleh dua orang pria gemuk. Hehehehe. Maaf Mas Adi.

 

Kami tiba di area ini jam 9 pagi. Ternyata pantai Goa Cina ini letaknya berdekatan dengan pantai-pantai lain seperti Bajulmati yang hanya berjarak 3 km. Untuk masuk pantai ini, harus bayar retribusi Rp 10,000/ orang. Parkir motor pun Rp 10,000. Bahkan nitip helm pun dikenai biaya Rp 2,000.

 

Untungnya lokasi pantai tidak lah jauh dari parkir-an. Jadi gak capek-capek amat saat ditempuh. Berhubung hari minggu, banyak pengunjung yang merupakan peserta tur berkumpul di sini. Perlu dicatat, selama di sini, jaringan telkomsel pada Hp ku sering kehilangan sinyal.

 

Gapura Pintu Masuk Goa Cina

 

Pengunjung Pantai Goa Cina

 

 

Ombak Ganas Untuk Pantai Yang Eksotis

 

Aku yang sudah terbiasa ke pantai, merasa takjub saat menyaksikan pantai Goa Cina yang bersih. Pepohonan di pinggir pantai berjajar rapi dan meneduhkan para pengunjung. Air nya cukup jernih dan indah membiru. Apalagi bonus tiga pulau karang kecil (Pulau Bentengan, Nyonya dan Goa Cina) yang berada di tengah-tengah pantai menambah keeksotisannya. Bagi yang senang motret, jangan diam aja!.

 

Pantai Goa Cina

 

Pengunjung Pantai Goa Cina Berkemah

 

Ombak laut yang besar dan agak liar memang membuat pengunjung tidak ada yang berani berenang. Kecepatannya menyeruak dari laut dan menggulung apa pun yang tersangkut olehnya membuatku cukup ngeri. Jangan sampai sandal kalian hilang ya. Menurut info yang aku baca, ganasnya ombak adalah efek tabrakan ombak-ombak yang berasal dari arah selatan, timur dan barat lautan.

 

Pantai Eksotis

 

Ombak Di Pantai Goa Cina Memang Berbahaya

 

 

Goa Cina Dan Kisahnya

 

Legenda Guo Cino

 

Goa Cina yang menjadi nama panggilan pantai yang sebenarnya bernama Pantai Rowo Indah ini terletak di sebuah bukit karang 50 meter di sebelah kanan pantai. Untuk ke situ, telah disiapkan tangga yang landai. Sehingga gampang ditempuh. Konon ini adalah tempat seorang petapa berkebangsaan cina yang meninggal dunia saat bertapa 20 tahun silam.

 

Tangga Menuju Goa Cina

 

Bentuk goa-nya kecil, paling bisa dimasuki 2-4 orang. Tidak sebegitu menarik. Bahkan sebenarnya kurang memenuhi syarat sebagai Goa karena tidak adanya stalagtit dan stalagnit. Aura mistis di tempat ini cukup terasa. entah apa penyebabnya.

 

Di Dalam Goa Cina

 

Di pintu keluar Goa, aku sempat mencoba berfoto dengan berlatar air laut. Namun agak sulit karena area terlalu gelap. Aku sudah mencoba dengan mode HDR pada smartphone tetapi hasilnya tetap tidak bisa optimal.

 

Di Pintu Goa

 

Sempat ada beberapa ibu-ibu yang baru saja naik ke Goa ketawa-ketawa ngeliat pose ku saat di foto. Agak malu sih. Eh akhirnya malah mereka yang minta tolong difoto-in juga.

 

 

Area Ke Dua Dari Pantai Goa Cina

 

Foto Panorama 2

 

 

Ternyata masih ada bagian pantai yang lokasinya terpisah dan terletak di sebelah kiri Goa Cina. Di area ini, banyak pengunjung yang cukup nekat duduk di pinggir pantai menikmati semburan ombak. Sejujurnya, ombak di area ini masih cukup berbahaya. Terutama buat anak kecil. Juga sandal.

 

Ombak Laut Yang Tinggi

 

GELOMBANG DATANG!

 

Uhuk uhuk uhuk! Ombak sialan!

 

Ah tapi pada akhirnya aku ikut-ikutan juga bermain air. Padahal masih pakai sandal dan bercelana panjang. Mboh deh. Namanya juga lagi gembira. Yang penting jangan sampai terlalu jauh aja.

 

Tuh Banyak Pengunjung Nekad

 

Lautan Biru Di Belakangku

 

Maz Adi Mau Diseret Ombak

 

Justru pada area ke dua ini malah banyak spot-spot menarik untuk berfoto ria. Salah satunya adalah tebing kecil yang bisa dengan mudah dipanjat siapa pun. Dari tebing ini aku bisa melihat seluruh landscape area ke dua dari pantai ini. Sungguh pemandangan yang indah. Plus, aku bisa berfoto dengan background yang keren!

 

Berfoto di atas bukit kecil

 

Kami terus berjalan hingga ke ujung pantai. Berusaha menangkap photo sebaik mungkin. Sayang sekali Hp ku selalu error saat ingin menjepret wide panorama. Aku kaget saat menyadari batere hp ku hanya tersisa 60%. Padahal kami masih ingin menjelajah ke tempat lain. Salah satunya adalah ke Pantai Clunguk yang katanya tersembunyi di balik bukit-bukit. Terpaksa aku harus puas dengan hasil jepretan ku yang ada ini saja.

 

Weekend Di Pantai

 

Yes! Pantai nya Keren!

 

Selfie bareng Mas Adi Latief

 

 


Demikian dulu ulasan perjalanan kami ke Pantai Goa Cina. Sengaja pada judul ada kata episode 1. Itu karena pada hari yang sama, kami juga menjelajah ke Pantai Clungup, Pantai Bajul Mati dan Sendang Biru. Ketiga tempat itu akan aku sajikan di artikel terpisah agar lebih menarik. (Bang Ganteng)

 

Saatnya Pergi Ke Pantai Lain. See Ya!

 

Koleksi Foto lengkap bisa dilihat di halaman flickr saya dengan mengklik ini.

Powered by WP Review

7 Comments on “Weekend Di Pantai Eps 1 – Pantai Goa Cina Dan Ombaknya

  1. Ngga ada angkot kesana tapi bang ya? Masih bersih tapi ya secara keseluruhan goa cina ini?
    Kalau dari Kotalama berarti satu jam atau dua jam gitu nyampe lah bang ya?

    1. Saya kurang paham ya. Naik angkot pun paling nyampe Turen doank. Jauh banget perjalanannya. Lebih enjoy jika naik motor. Sepanjang perjalanan di kecamatan Sumbermanjing, aku ga liat ada pengunjung naik angkutan umum. Kecuali group pariwisata.

  2. Hi there, Bro Handsome alias Bang Ganteng alias Almiryandi. It’s nice to visit your blog here. Masih ingat dengan temanmu yang satu ini? Teman sekelas waktu SMA loe, hehe … Semoga tidak lupa ya.

    Senang sekali membaca blogmu ini. Sebuah perjalanan yang seru dan memorable nampaknya. Goa Cina, I’ve never been there. Kalau kita disini mah cuma bisa ke pantai Kubu, ke Pantai Umbang dan sekitarnya. Jadi, opsi tourism object-nya agak minim gitu.

    Bang Ganteng mendeskripsikan perjalanannya dengan sangat menarik. Ditambah lagi dengan gambar/foto2 pantai yang cool banget — walau foto di dalam goanya agak minim ya, bahkan gak ada, karena alasan yang kamu sampaikan di atas — tapi itu justru semakin membuatku penasaran. Thanks udah berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *