Review The Flash Season 2 Episode 18 – Versus Zoom – Monster Sesungguhnya

No comments exist

2016-04-22 11.40.40 (640x374)

Masa lalu kelam Zoom (Teddy Sears) terkuak di episode kali ini. Seperti Barry Allen (Grant Gustin), dia kehilangan orang tuanya pada sebuah tragedi. Ya, dia adalah versi jahat bagi The Flash Barry Allen. Jika tragedi yang dialami Barry saat kecil tidak membuatnya menjadi orang jahat, Zoom justru sebaliknya.

 

Selamat datang di review Bang Ganteng yang pertama dari serial tv The Flash. Berbeda dengan serial super hero DC lainnya seperti Arrow, Supergirl dan Legends Of Tomorrow yang jalan ceritanya mudah ditebak dan makin membosankan, The Flash selalu mampu memberikan tontonan yang penuh kejutan di setiap episode nya. Excited level nya tinggi, men!
Rekap, Spoiler loh:
Berhasil meningkatkan kecepatannya dengan teknologi Tachyon, Barry memutuskan sudah saatnya dia menghadapi Zoom. Masalahnya, semua breach (lobang dimensi) sudah tertutup semua. Walau ditentang oleh Harrison Wells/Harry (Tom Cavanagh), Barry yakin bahwa Cisco Ramon (Carlos Valdes) mampu membuat Breach baru mengingat Doppelganger Cisco di Earth-2, Reverb, memiliki kekuatan memanipulasi gelombang dimensi untuk menjadi energi.

Berkat pencerahan dari Joe West (Jesse L. Martin), akhirnya Harry mau membantu Barry untuk membuka Breach. Dia mengoptimalkan Vibe Glass yang pernah digunakan Cisco sehingga bisa meningkatkan kekuatan cisco untuk membuat Breach baru.

Awalnya Cisco merasa bimbang. Dia khawatir dengan kekuatan yang jauh lebih hebat, dia akan menjadi jahat seperti Reverb. Barry meyakinkan kepada nya, bahwa hal itu tidak mungkin terjadi karena dia punya Caitlin dan Barry yang akan selalu mengingatkannya. Best Friend banget dah!!!

2016-04-22 11.39.57 (640x375)

Caitlin Snow (Danielle Panabaker) mengaku pada Barry cs bahwa dia tidak sanggup untuk melihat kembali Jay/Zoom. Setelah semua yang telah dia lalui bersamanya. Caitlin keceplosan menyebut bahwa dia sempat menemukan Doppelganger Jay bernama Hunter Zolomon. Mendengar nama tersebut, Harry akhirnya sadar siapa Zoom sebenarnya dan menyampaikan hal ini kepada Barry cs.

2016-04-22 11.40.21 (640x359)

Hunter Zolomon adalah seorang yatim piatu sejak kecil setelah ayahnya dihukum mati karena membunuh ibunya. Parahnya, itu semua dilakukan ayahnya di depan matanya sendiri. Terpaksa tinggal di panti asuhan karena tidak ada sanak saudara yang menginginkannya, dia tumbuh menjadi seorang pembunuh berantai yang keji dan tak kenal ampun. Setelah diadili karena telah memakan korban 23 orang, dia akan dilumpuhkan dengan electroconvulsive therapy dan setelah itu akan dipenjara di rumah sakit jiwa. Tepat saat itu terjadi, Particle Accelerator di Earth-2 meledak dan memberikannya kemampuan bergerak dalam kecepatan tinggi layaknya The Flash.

Cisco membuat breach dan Zoom yang dengan mudah mendeteksinya, langsung tiba di Earth-1. The Flash lari ke S.T.A.R Labs dan Zoom mengejarnya. Zoom mengakui The Flash jauh lebih cepat darinya sekarang. Di sana, The Flash menggunakan foto kedua orang tua Zoom sehingga Zoom lengah dan akhirnya tertangkap. Namun, Zoom berhasil lolos berkat sebuah kekuatan aneh yang tiba-tiba keluar dari dirinya.

2016-04-22 11.39.29 (640x354)

Zoom berhasil kabur dan menculik Wally yang baru saja pindah ke rumah ayahnya. Zoom meminta kecepatan The Flash sebagai ganti keselamatan Wally. Barry setuju karena mereka sudah kehabisan ide dan waktu.

2016-04-22 11.39.10 (640x357)

Sambil menunggu Harry mempersiapkan pemindahan kecepatan, Zoom membeberkan bagaimana dia menggunakan Time Remnant-nya untuk menyamar sebagai Jay di hadapan Barry cs. Joe juga menanyakan mengapa dia juga berpura-pura menjadi The Flash di Earth-2. Jawaban Zoom sungguh menakutkan, dia ingin orang-orang memiliki harapan terhadap The Flash sehingga akan semakin menarik baginya untuk menghancurkan harapan tersebut jika saatnya tiba. Sungguh seorang psikopat!

*Time Remnant adalah duplikat individu dari masa lalu yang diambil dan dibawa ke Masa depan. Apapun yang terjadi pada duplikat tersebut, tidak akan mempengaruhi masa lalu dan masa depan. Untuk lebih jelasnya, bisa lihat di episode “The Reverse Flash Returns”.

Setelah seluruh kecepatan Barry diserap, dia menjadi selemah manusia biasa. Zoom segera menginjeksikan kecepatan Barry ke dalam tubuhnya. Dengan kecepatannya yang meningkat drastis, Zoom membawa pergi Caitlin. Oh No!!!

Review :

Tentu saja Bang Ganteng tidak bisa menyembunyikan excitement setiap kali menonton episode terbaru The Flash. Semua tokoh terasa penting banget dan berkontribusi terhadap cerita. Bahkan Wally pun semakin terseret ke dalam perseteruan dengan Zoom padahal doi belum tahu siapa The Flash.

Pada episode ini, Iris West (Candice Patton) akhirnya mulai mengakui perasaan cinta nya terhadap Barry. Dia memikirkan bagaimana di masa depan dan di Earth-2 dia dan Barry adalah suami-isteri. Sayangnya, itu baru dia sampaikan kepada Caitlin. Yang sebenarnya punya nasib dua kali lebih malang dalam percintaan ketimbang Iris mengingat suaminya terbunuh dan akhirnya dia malah dicintai oleh Gorilla dan Monster Psikopat 😉

Nasehat Barry terhadap Cisco bahwa dia punya sahabat baik di sekitarnya yang tidak akan membiarkan dia menjadi jahat adalah alasan mengapa takdir Barry berbeda dengan Hunter/ Zoom. Setelah trauma kejam yang diberikan oleh ayahnya, dia tumbuh di panti asuhan tanpa ada yang menginginkannya. Dia menjadi individu yang rusak dan haus darah.

Tapi sejujurnya, semua tetap kembali pada pilihan si Individu loh mengenai jalan hidup yang harus dipilih. Mungkin karena dia belum bertemu saja dengan orang sebaik dan semurni dan selucu dan secantik (eh… eh… eh…) Caitlin Snow aja kali ya. Entahlah ya, yang pasti ending episode kali ini menunjukkan bahwa Zoom masih punya perasaan terhadap Caitlin.

2016-04-22 11.38.35 (640x366)

Gak sabar banget buat nunggu episode minggu depan nih. Sampai jumpa di review berikutnya. Yuuuukkk

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *