Review Marvel’s Agent of SHIELD Season 3 Episode 16 – Paradise Lost – Saat Karma Tiba

2 comments

image

Di Episode ke-16 dari Season 3 ini, kita akhirnya mengetahui tentang masa lalu terkelam dari seorang penguasa tertinggi Hydra, Gideon Malick (Powers Bothe). Selain itu, ada juga sempilan kisah masa lalu si Pria listrik, Lincoln Campbell, dan efek dari kemunculan kembali Grant Ward (Brett Dalton) sebagai Hive terhadap Geng Original Shield.

Oke, sebelum aku mulai, aku peringatkan ya, ini penuh spoiler, jadi yang belum nonton dan tidak ingin terganggu, bisa nonton dulu sebelum baca review ini.

1. Together To The End…
Berhasil kabur setelah membikin bonyok Daisy (Chloe Bennet),  Gideon Malick pulang ke rumahnya dengan perasaan gak enak banget gara-gara mendapatkan ramalan bagaimana dia bakalan mati. Putrinya memberi tahu bahwa Leader baru mereka, si Maveth (bertubuh Grant Ward) sudah tiba lebih dulu dan meminta semua petinggi Hydra yang tersisa untuk berkumpul.

Malick merasa was-was karena menurut ramalan, dia akan dibunuh oleh Maveth malam ini. Wuihhhh…

2016-04-16 11.05.05

Putrinya menyuruh dia percaya bahwa Maveth ga bakalan bunuh dia karena keluarga Malick adalah keluarga yg paling setia terhadap Maveth dari zaman dulu. Tapi ternyata itu tidak benar, karena Gideon Malick dari dulu sudah melepas kesetiaan tersebut dan mencurangi pemilihan korban untuk Maveth. Dia bahkan rela mengorbakan orang terdekatnya untuk survive dari menjadi makanan si Maveth.

2016-04-16 11.06.58

Dan si Maveth tahu tentang ini… Karena orang yang dicurangi itu mewariskan ingatannya kepada Hive.

image

Pada akhirnya, Maveth menunjukkan sisi kelam dari pengorbanan tepat di depan mata Gideon.

2. Giyera, The Trained Assassin and Torturer

image

Hasil penelitian Jemma menunjukkan bahwa Maveth adalah sejenis makhluk parasit yang harus memangsa manusia untuk bertahan hidup. SHIELD (minus Lincoln dan Daisy) berhasil melacak Giyera (Mark Dacascos), tangan kanan Maveth, di sebuah pusat penelitian serangga di Michigan dan May (Ming-Na Wen) berhasil menangkapnya.

image

Ternyata ini semua jebakan! Giyera berhasil meloloskan diri dan dengan kemampuan telekinesis nya, dia mengendalikan pesawat SHIELD ke perangkap HYDRA. Sekaligus membuat seluruh kru pesawat pingsan akibat goncangan.

image

Awalnya aku berpikir telekinesi Giyera mirip kemampuan MAGNETO di X-Men. Tapi ternyata, dia hanya mengendalikan tuas dan kontroler pesawat aja kok.

3. Meet the Demolition Expert, Former Mercenary!

image

Daisy dan Lincoln ditugaskan oleh Coulson (Clark Gregg) untuk mencari informasi mengenai Maveth. Lincoln mengajak Daisy bertemu James. Salah satu mantan penghuni After-life sebelum diusir oleh Jia Ying karena mencuri artifak penting.

image

Meminta info kepada cecunguk satu ini gak gampang! Dia nanam ranjau darat di halaman rumah dan sudah siap dengan persenjataan lengkap. Untungnya, Daisy ga da waktu buat main-main dan langsung menghancurkan seluruh ranjau yang ada. Tapi lincoln lah yang melumpuhkan James.

image

James Akhirnya menyerahkan artifak yang dia curi dan meminta The Diviner (kristal yg bisa mengaktifkan kemampuan inHuman) sebagai gantinya. Lincoln, mengetahui James bukanlah orang baik, tidak jadi menyerahkan The diviner. Sebal, James Langsung mengungkit masa lalu Lincoln yg nyaris membunuh mantan cewek nya.

Di dalam pesawat, Lincoln akhirnya curhat. Untungnya ini bikin dia dan Daisy makin dekat. Daisy pun akhirnya mengakui bahwa dia melihat ramalan masa depan, dimana, salah satu dari mereka akan tewas, di luar angkasa.

Belum sempat memproses itu semua, mereka dikagetkan dengan kabar SHIELD telah ditangkap oleh HYDRA. Hanya tinggal berdua, Lincoln menyarankan Daisy untuk mengumpulkan pasukan Secret Warriors demi misi penyelamatan ini.

Review :

Oke, menurutku episode ini cukup bagus. Ceritanya cukup rapi dan mampu memanfaatkan penampilan seluruh tokoh dengan optimal. Mungkin ini akibat kepergian Bobbi dan Hunter sehingga ada ruang untuk menampilkan semuanya dalam 1 episode. Adegan perkelahian May vs Giyera juga keren. Jadi ingat sama May di Season 1 yang sangar abis.

Kita bisa melihat bagaimana Hydra sebagai sebuah organisasi kejahatan terbagi menjadi dua kelompok, yg pertama adalah kelompok yang memegang tradisi dan mengagungkan kepercayaan mereka bahwa si Maveth akan menjadi penguasa bumi. Sehingga mereka rela menunggu dan mencari cara untuk mengembalikan Maveth ke Bumi. Kelompok yang ke dua terdiri dari orang yang tidak menginginkan kepercayaan tersebut dan lebih memilih memanfaatkan semua sumber daya Hydra untuk menguasai bumi tanpa Maveth yang sudah dibuang ke planet lain. Petinggi HYDRA seperti Gideon Malick, Daniel Whitehall (season 2) dan John Garret (season 1) adalah termasuk kelompok ke dua.

Maveth tahu tentang kelompok ke dua dan memberi pelajaran mengerikan kepada Gideon sebagai bukti bahwa dia tidak bisa diremehkan. Sebagai penonton, tentu aku sangat ingin sekali Maveth mendemonstrasikan seberapa besar kekuatan nya sampai bisa meluluh lantakkan sebuah peradaban. Apakah Avengers bakalan dipanggil buat ngalahin dia ya?

Maveth yang menggunakan tubuh Grant Ward tentu saja membuat Coulson ketar-ketir. Dia mulai mempertanyakan pada dirinya, apakah dia membunuh Ward waktu itu adalah tindakan tepat? Ini seakan menjadi karma bagi Coulson. SHIELD ada untuk melindungi, bukan untuk melenyapkan.

image

Nah, drama Coulson yang satu ini emang cukup menggigit buat disimak. Mengingat di sini lah kita bisa mempertanyakan esksistensi keberadaan SHIELD.

Untuk saat ini Bang Ganteng belum mempersiapkan metode rating yang cocok. Jadi lain kali aja deh.

Oke, sekian dulu rekap dan review dari Bang Ganteng. Semoga bisa ketemu di episode selanjutnya. Yuk yak Yuuuukkk…

2 Comments on “Review Marvel’s Agent of SHIELD Season 3 Episode 16 – Paradise Lost – Saat Karma Tiba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *