Lalapan Tempe Makanan Favoritku

April 24, 2018 No comments exist

Kalau ngomongin makanan favorit, tentu saja di lima urutan teratas ada nasi lalapan tempe. Harga yang bersahabat. Banyak yang jual. Kombinasi nasi dan sambal tentu membuat selera makan terpuaskan sejak zaman kuliah.  Apalagi gizi dan protein nya mencukupi untuk bertahan hingga keesokan hari.

 

Aku sulit untuk makan daging. Juga tidak mau makan sayur bayam atau sawi. Sejak kecil, Ibu selalu kerepotan untuk menjaga gizi ku agar tetap seimbang. Untunglah aku masih bisa makan tempe, tahu, telor dan mie. Kalo aku ceritain ke teman, biasanya mereka ngomong aku calon suami ideal gara-gara makanan favorit ku se-simple itu.

 

Begitu menginjakkan kaki di pulau Jawa bertahun-tahun silam, aku harus mencari makanan yang cocok. Gak mau repot dan ingin yang gampang dipesan. Pilihan ku akhirnya jatuh pada Lalapan tempe. Komposisi lauk nya simple, terdiri dari 2 tempe (kadang 1 tempe & 1 tahu), 1 cup nasi, 2 iris mentimun, 1 rangkai daun kemangi dan sambal.

 

Lalapan Tempe Tahu

 

Lalapan Tempe Itu (Biasanya) Murah

Murah banget! Dimana harga nya sangat bersahabat dengan anak kost apalagi perantau. Di tahun 2018 ini harga nya masih sekitar Rp 6,000 – 7,000 per porsi. Usahakan cari penjual lalapan yang selalu menyediakan nasi hangat. Nasi hangat dan lembut akan menambah kenikmatan saat makan dan juga energi bagi tubuh.

 

Jadi kebiasaan kalo makan lalapan mesti di warung lesehan. Menurutku makan sambil lesehan itu lebih enak ketimbang duduk di kursi. Walau kadang sering sampe kesemutan. Ugh…
Nasi Lalapan Tempe + Tahu Bacem Plus Kremes

 

Aneka Sambal Yang Menyertai Lalapan

Ada beberapa jenis sambal yang menyertai lalapan tempe. Ada yang menggunakan sambal terasi, sambal bajak, sambal tomat sampai sambal bawang. Favorit ku adalah sambal bawang yang sekarang lagi hits di jawa timur. Pedes, Asin dikit, Manis dikit. Pokoknya pas deh!

 

Tempe soy Vegetable with chili paste with onion

 

Apalagi jika sudah dipenyet. Gak ribet tinggal ditowel-towel. Dilahap. Trus dikunyah-kunyah dalam mulut tanpa tenaga berlebih. Rasa gurih sambal dan kelembutan tempe diaduk-aduk oleh lidah yang terus memecah rasa kenikmatannya (bggtg).

 

Terakhir. Makan dengan tangan aja ya. Lebih nikmat. Apalagi saat lalapan sudah habis. Sisa-sisa sambal di jari jemari tangan bisa dibersih kan “manual”. hehehehhe…. Sunnah Rasul itu. (Bang Ganteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *